search

Blog Archive

19 August 2016

World Photo Day 2016

Happy world photo day !

Sempena hari photo sedunia saya publishkan kepada dunia maya gambar-gambar yang belum pernah saya paparkan kepada anda. Saya menulis dari hati ya....
World Photo Day 2016
Hi, everyone. I'm Olaf and I like warm hugs ! Tiada kanak-kanak yang tidak mengenali Olaf-Frozen, tiada ibu bapa yang tidak terpedaya membelikan pakaian bercorakkan frozen kepada anak-anak kecil mereka. Suatu hari saya juga terpedaya pada kecantikan Olaf lalu, membeli pakaian tersebut dan tadaaa! lihat Olaf diatas itu...cantikkan ? modelnya adalah Deveny, cucu pertama orang tuaku. Lokasi, Lapangan terbang Kota Kinabalu.
World Photo Day 2016
Life is all about the things you love ! Itu bukan gelang, ia merupakan ikat rambut kepunyaan seorang manusia yang tidak lagi berada di Malaysia dan dicari diserata dunia juga, dia tidak dapat ditemukan. Pasti tidak akan ditemukan lagi...dia telah bertukar kewarganegaraan, pulang kerumah Bapa yang kekal. Ikat rambut itu telah berusia 7 tahun bersama saya. Lokasi penggambaran, Laban Rata Gunung Kinabalu, Sabah Borneo.
World Photo Day 2016
Saya memiliki impian yang sebenarnya tidak susah untuk dijadikan sebagai kenyataan cuma waktu selalu menghalang dari menjadikan ia tidak sekadar impian semata. Realiti menyentuh dolphin akan saya laksanakan hanya pada tahun 2017 . Mimpi harus ada dan untuk menjadikan ia sebagai realiti usaha harus berkerja bersama mimpi. Iya kan ? Misi mencari dolphin 2017...patutkah saya menuliskannya seperti itu ? why not ! haha.....oh ya, gambar diatas itu adalah ketika saya melawat 3D Museum, ChiangMai Thailand.
World Photo Day 2016
There's always an interesting story in every destination and I consider all of the stories are my favorite and yeah, gambar ini bersama  salah satu dari suku panjang leher ~ Karen long neck tribe in Thailand. Enjoy being where you are, be immersed in the culture  and please don't spend all your time clicking your camera away. Sejujurnya, bertemu dengan suku kaum leher panjang merupakan salah satu impian saya dan saya telah berjaya melihat kaum ini.
Share:

12 August 2016

Potret NOSTALGIA

I've been meeting a lot of wonderful friends. Teman sejak 7 tahun sampai sekarang ? ada. Yang sejak tingkatan satu hingga sekarang. Ada juga, beberapa. Teman karib sama satu kelas sekaligus ? Talk to my accelerated classmate, they are awesome. I have no idea we could still be connected with people even when we don't need to maintain the relationship. The chemistry is always there. yay ! itu adalah kehidupan dijagat raya.

Bukan itu sebenarnya yang ingin saya sajikan dalam tulisan kali ini. Cuma mahu menitipkan sedikit rasa pada sekeping gambar nostalgia ini namun, sebelum itu saya mau meletakkan kata-kata yang sempat masuk dalam kepala saya beberapa jam yang lalu.. 

Kata-kata tersebut :

Setiap manusia itu pasti punya moment tersendiri dengan sesama manusia, moment yang indah, atau juga moment yang sakit sehingga hancur luluh hatinya. Itu hanyalah moment sesama manusia. Pernahkah kita memiliki moment bersama sang Pencipta kita ? Jika tidak pernah, mungkin kita harus belajar menciptakan moment tersebut. 

Tapi, bukan hal itu juga yang ingin saya tonjolkan dalam tulisan ini. Life crowds make us forgot that sometimes little things could make us smile and happy. So, for me I am happy today because of...

Heavy rain at the morning. Make today's beginning is so different. 

...dan juga gambar ini ! Saya kurang pasti gambar ini diambil ketika umur saya berapa. Gambar ini  dipotretkan pada bulan Disember, dihari natal yang selalu kurindukan. Didalamnya, ramai yang telah bertukar status dari seorang budak hingusan kepada lelaki pertiwi yang cintakan isterinya dan, dari seorang perempuan yang dengan minatnya pada pinang (kerana perempuan itu adalah seorang budak kampung yang hanya tahu hal sekitarnya tanpa peka pada dunia luar yang sedang membangun) kini telah menjadi seorang wanita yang berpendapatan sendiri tanpa mengharapkan duit dari orang lain. Pemilik wajah-wajah dalam potret ini, kebanyakannya sedang mekar membina empayar keluarga sendiri, memiliki seorang anak, ada dua, tiga dan lebih dari itu.

Tidak kurang pula manusia pemilik wajah-wajah dalam potret itu sedang maju mengorak langkah membina memori-memori indah dipelbagai sudut dalam dunia ini. Ada pula manusia pemilik wajah dalam potret ini telah lebih dulu menerima jemputan sang Pencipta untuk pulang ke negeri kekal yang tiada lagi airmata dan kesusahan disana. 

Am not being smart ass, and I know there's many different perspectives out there, which I don't really care. Karena kita semua dewasa, punya akal dan logika yang boleh digunakan untuk memilih jalan mana yang akan ditempuh. This is mine, a little bit different with others. Dan sebenarnya kalau boleh jujur, saya iri sama orang yang punya prinsip  live fearless. Tapi saya memilih seperti apa saya sekarang ini, be it. Let's fight then. 
Potret NOSTALGIA
Potret ini menang dihati saya, kerana ia begitu berharga dan andai saja waktu itu boleh dikembalikan..betapa indahnya hidup ini !

I miss listening sad songs while thinking how pathetic my life is (aiits, macam tengok Meteor Garden sambil angan-angan jadi Sanchai wakakaka). I miss being irresponsible for anything.  I miss watching rain outside with gloomy heart. I miss doing every non-logical and childish thing. I miss writing my journal, not about life vision, family matters, future, but about what happened today, why I am so happy, and every tiny unimportant things. I miss my silent night. Cewah ! sekarang hidup itu jauh berbeza.......bangun pagi, siap diri, cari nafkah dari pagi hingga ke lanjut petang, balik rumah dimalam hari, bla-bla-bla, tidur dan paginya mula lagi daily routine yang sama. Bestnya, sekarang kita boleh menjelajah dunia luar sesuka hatinya, semahu dompet kita ! (haha) tidak lagi sekadar menghabisi petang dengan sekadar bermain volleyball atau mandi airterjun. 

Nah, sekeping potret mampu mengajak minda bicara jauh ketimur tengah (haha) menyelam lautan kenangan, merayap bebas menikmati samudera kehidupan yang bila-bila masa terhenti bila dipanggil Tuhan. Tiada makna menjadi sombong apatah, lagi menyebar kata fitnah keserata tempat 'dimana kaki melangkah, disitu kata palsu disebarkan'.  

After all, what doesn't kill you make you're stronger, right ?
Share:

Followers