Terkadang Kamu Kurang Ajar

Terkadang saya terjaring beberapa kali dengan segelintir manusia yang gila hormat dan berasa dirinyalah yang paling layak diikuti katanya. Entah kepada siapa dia mahu menunjuk suci dan hebat. Pada manusia sekelilingnyakah ? pada dasarnya dia itu lebih tepat dirujuk sebagai manusia yang kurang memandang masa depan atau terlebih memandang masa depan sehingga dia lupa di mana sebenarnya dia sedang berpijak. Atau mungkin mereka layak digelar sebagai insani yang kurang kerja dan menggolongkan diri mereka sebagai golongan suci (mungkin?).
Tenanglah dan jangan menjadi biadap
Entah imbalan apa yang dia dapatkan dari orang tuanya, ketua agamanya, dari nabinya, bahkan dari tuhannya kalau dia berhasil membawa orang lain  kembali ke jalan yang ‘benar’ (menurutnya). Tak pernah berhenti dan lelah untuk 'menjaring' umat sebanyak-banyaknya, bahkan kalau perlu menyakiti orang lain, ‘menipu’ orang lain supaya berpindah keyakinan dan masuk ke agamanya. Kalau perlu sampai bunuh-bunuhan. Perang suci. Entah surga jenis apa yang mahu dia kejar. Entah pahala yang bagaimana yang mau dia reguk. Dan entah di neraka mana dia ingin menceburkan orang lain untuk duduk diam bersama dengan dirinya kelak.

Let me say this straightly and strictly to whoever you are  : GET A LIFE, man!

Kalau kamu merasa kamu yakin dengan perbuatanmu itu atau apapun yang kamu yakini tentang kebenaran (yang sayangnya kebenaranmu sendiri), berhentilah memaksa orang lain untuk mengikuti apapun yang kamu yakini. Because for me, it’s your choice. Not mine. And unfortunately (again, it's for you), I HAVE already my own choice. Orang lain juga sudah punya pilihan itu. Jadi jangan pernah memaksa orang lain.

Saya bukan orang yang suka diberi perhatian oleh orang yang tidak tahu dan tidak mengenal siapa saya sebenarnya. Dan, mengirimi saya ayat-ayat supaya saya pindah agama bukanlah bentuk  perhatian. Perasan  tahu lebih tepatnya.
Anda salah orang. Anda salah korban. 

Semakin kamu mengajak-ngajak, memaksa-maksa orang lain untuk ikut serta, terlihat jelas bahwa kamu TIDAK YAKIN dengan apa yang kamu yakini. Kenapa kamu harus takut kalau saya tidak percaya dengan apa yang kamu yakini? Sebegitu pentingnyakah saya atau orang lain  buat kamu sampai kamu harus membuang-buang waktu ? Sebegitu takutnyakah kamu kehilangan saya atau orang lain, satu dari berbillion-billion  umat yang sama denganmu yang kemudian berpindah ‘aliran/agama’ hanya kerana lebih mampu menentukan sikapnya sendiri? Bukankah agama dan keyakinan itu sifatnya peribadi? Atau, kamu takut merasa sendirian kalau ternyata apa yang kamu yakini itu ternyata tidak sepenuhnya benar? So if let’s say: kalau ternyata surga atau neraka, atau apapun kebenaran-kebenaran yang kamu yakini itu ternyata (misalnya) tidak ada, dan akhirnya kamu berasa tertipu dan berasa bangang  kerana terjebak, terus kamu mahu mengajak saya atau orang lain ikut serta dalam ketertipuan dan keterjebakan yang kamu alami, begitu? 

Sudahlaah. Masih banyak hal penting lain yang harusdifikirkan. Hari ini kamu masih lagi berfikir caranya mencari umat. For human's sake, wake up!

Saya terkesan dengan beberapa isu yang pada saya dan dimata saya terlihat kurang ajar atau lebih tepatnya tersangatlah biadap. Jangan mencederakan hati dan perasaan orang lain hanya kerana kamu merasakan agamamu tepat (menurutmu) lalu mengangkat segala emosi dan mempengaruhi manusia yang masih mentah (pada usianya) untuk mengikuti kepercayaanmu sehingga mengabaikan siapa dibalik penciptaan manusia didepan matamu itu. Ibu bapa manusia tersebut, keluarga, teman-teman dan banyak hati dan jiwa lain turut tercedera hanya kerana tindakan bodohmu itu. 

Bukan setakat tercedera hati dan perasaannya tetapi, yakin sangatkah kamu akan apa yang sedang kamu usahakan itu ? Saya lebih daripada yakin akan syurga itu nyata dan neraka itu ada dan saya tahu kepada siapa saya menyerahkan diri saya sehingga ke nafas terakhir dibumi ini. Yakinkah kamu akan perbuatan itu ? Tidak perlu perasan suci kerana dimata saya kamu hanyalah individu yang biadap dan kurang ajar. 

Kadangkala kita ditegur oleh manusia tetapi, sering kali juga kita ditegur oleh suatu keadaan seperti 'kejadian' atau 'peristiwa'. Jika sesama manusia tidak mahu menerima teguran, maka Dia punya cara lain untuk menegur kita. Tidak melalui manusia tetapi melalui kejadian. Oleh itu yang sesat jangan bertambah sesat dengan mempengaruhi ramai orang lainnya untuk turut serta dengan dirinya menuju neraka. 

Menikmati hidup tanpa pertanyaan adalah hadiah yang paling membahagiakan. Seperti menikmati terbitnya matahari di ufuk timur dan terbenamnya di ufuk barat. Seperti ketika orang-orang sudah tidak perlu lagi mempertanyakan banyak hal yang tidak penting. Yang tertinggal hanyalah kesedaran untuk saling menerima dan menghargai. Kesedaran untuk menerima bahawa apa yang diyakininya sebagai kebenaran adalah sesuatu yang hanya mampu dinikmatinya sendiri. Kesedaran bahawa kebenaran yang diyakininya bukan untuk dipaksakan kepada yang lain karena merasa (sekali lagi: merasa) ‘kebenaran’ yang lain adalah palsu. Ketika kebenaran dipaksakan, tidak ada lagi yang namanya pilihan termasuk kebebasan untuk memilih. Manusia yang tidak mampu memilih bukanlah manusia. Seperti kata pepatah kerbau yang selalu siap dicocok hidungnya.

Jujur, semua ini menjadi tidak ada bezanya dengan perang yang didalamnya sudah pasti terdapat unsur pembunuhan keji namun dilakukan atas nama ‘kebenaran’. Ya, ini adalah perang suci kata para pelakunya dengan penuh percaya diri. Suci kerana dianggap membela kebenaran dan memerangi kebathilan. Yang membuat saya tertawa adalah: kalau perang saja sudah dianggap suci maka bayangkan yang tidak sucinya. Mengerikan. Tidak ada yang lebih primitif daripada menganggap perang, pembunuhan keji sebagai sesuatu yang suci.

Jangan ambil kisah dengan kebenaran saya. Nikmati kebenaran anda sendiri kerana saya juga tidak ambil endah dengan kebenaran anda. Kita punya kepercayaan sendiri. Jika mahu ikut dan percaya pada apa yang saya anuti, dipersilakan. Cuma jangan pernah memaksakan apa yang kamu percayakan kepada orang lain. Itu primitif.

Peace yo !
Terkadang Kamu Kurang Ajar Terkadang Kamu Kurang Ajar Reviewed by Precious Cla on 24.2.15 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.