1 October 2014

Satu Per Satu Pergi...



Jesselton, 01 Oktober 2014 – tempat dimana saya berada untuk 8-10 jam, 5 hari berturut-turut dalam seminggu sepanjang tahun.  Tidak banyak yang berlaku untuk dibanggakan. Kecewa malah lebih terkesan dengan beberapa keadaan berbanding aura kebanggaan itu sendiri. Namun, dibawah kolong langit ini dinyatakan tidak ada yang benar-benar baru untuk dinikmati didalam hidup. Yang kita rasakan baru, itu sudah ada sebelumnya.

Setiap hari, 5 hari berturut-turut didalam seminggu alarm jam akan berbunyi tepat jam 5:03 pagi. Kadang terasa amat malas untuk membuka mata namun, menutup mata bukanlah keinginan kita yang sebenarnya. Membuka mata dan melihat dunia adalah hal yang wajib kita lakukan setiap hari. Terkadang rasa malas menguasai sanubari kala jam berbunyi dan terasa pagi masih terlalu pagi untuk memulai hari baru. Namun, tika menyedari tentang hidup yang terlalu singkat maka, menguasai dan memiliki setiap detik adalah penting untuk dijalani apa adanya , sebolehnya.

Ketika bangun dan menyedari semua manusia didalam rumah masih bernafas atau mengetahui semua orang yang dekat dengan kita masih hidup, ia merupakan suatu kepuasan yang tiada tara tandingnya didalam hati kita. Suatu saat semua yang ada disamping kita atau yang kita kenali akan pergi satu per satu. Kalau bukan kita yang mendahuli pemergian, pasti salah satu dari orang didekat kita  yang akan pergi terrlebih dahulu. Semuanya tentang waktu.

Setiap hari terlihat sama namun, perlu disedari suatu detik segala sesuatu itu tidak akan lagi sama. Saat kita membuka mata satu dari orang yang ada dirumah kita mungkin sudah tiada lagi. Satu orang yang kita kenali mungkin telah pergi.

Memikirkan hal itu pun hati tersangatlah sayu dan sedih apatah lagi untuk menghadapinya dalam realiti. Perpisahan tanpa kematian itu tidak ada apa-apa maknanya bagi saya jika dibandingkan dengan perpisahan selamanya. Tidak lagi melihat, tidak lagi mendengar khabar dari orang yang kita harapkan. Tidak lagi melihat senyuman, tidak lagi mendengar leteran. Semua itu akan lenyap bila usia kita telah ditutup dari terus mengalir didunia ini.

Satu per satu dari kita semua, tanpa terkecuali akan pergi dari dunia ini. Cuma kita tidak pernah tahu siapa diantara kita yang akan mendahului. Kita juga tidak pernah tahu berapa lagikah usia yang tersisa untuk kita. Mungkin salah satu dari kita jarak hidup dengan kematian hanya tinggal beberapa jam , hari, bulan atau beberapa tahun saja lagi. Kita tidak pernah mengetahuinya.

Menyenangkan hati semua manusia disekeliling kita itu tidak selalu mudah dan tidak selamanya sukar. Hidup ini ada pro dan kontra.  Tidak selalu yang kita harapkan berlaku sesuai harapan. Tidak selalu yang kita inginkan didapati sesuai hajat. Namun, perlu disedari setiap yang kita alami ada ertinya. Banyak makna tersimpul didalam setiap hal yang kita alami. Satu hal yang diwajibkan untuk kita lakukan didalam hidup yang sementara ini adalah BERSYUKUR.

Satu per satu

Bersyukur saat kita mengenali manusia-manusia yang ada disamping kita. Yang dianugerahkan untuk hidup sebumbung dengan, sekampung dengan kita, sepejabat dengan kita dan sebagainya. Untuk semua itu saya pasti Tuhan tidak bermain-main dengan kita ketika Dia menghantar kita kepada semua individu tersebut. Dia dengan serius telah memilih kita untuk ditempatkan dengan mereka. Dia punya tujuan istimewa untuk kita. Cuma kita terkadang lupa. Kita adalah manusia dan lupa adalah sebahagian dari kelemahan kita.

Apa pun yang kita alami, apa pun alasannya kita diingatkan untuk tetap bersyukur. Bersyukur untuk hidup yang masih ada nafas, meski hidup tidaklah semeriah orang lain. Bersyukurlah untuk hidup yang sementara, meski hidup tidaklah sehebat orang lain. Teman, hidup ini adalah istimewa. Siapa pun kita dan dimana pun kita berada, nikmatilah ia apa adanya, sebolehnya. Hidup tidak selamanya disini, suatu saat kita akan pulang kenegeri kekal. Suatu saat kita akan kembali ketangan Pencipta kita.

Tiada lagi duka, tiada lagi airmata. Yang da hanya sukacita. Selamat menikmati bulan Oktober 2014 dengan penuh semangat dan keyakinan bahawa segala yang menyakitkan hati , segala kekecewaan, segala kegagalan akan segera berakhir. Bersyukurlah saat kita pernah mengalami semuanya. Ada manusia tidak merasakan apa-apa didalam hidupnya dan hidup itu kusebut statik dan membosankan.

Kita mengalami sakit, gembira, gagal, berjaya dan sebagainya itu sudah cukup membuktikan yang kita seorang manusia yang bergerak dilandasan yang tepat. Mengalami semuanya dan bersyukur untuk segalanya.

Suatu saat kita semua akan berhenti pada waktu tertentu. Tidak lagi melakukan apa-apa. Kaku dan tidak berfungsi lagi. Orang lain mungkin akan menangisi pemergian kita atau mungkin ada orang lain yang tertawa akan lenyapnya kita didunia ini. Semuanya itu tidak penting bagi kita lagi. Kita telah sampai kedestinasi yang baru. Persoalannya apakah nama destinasi itu ?

Jawapan dari pertanyaan itu ditentukan oleh siapa kita ketika didunia. Apa yang telah kita lakukan. Oleh itu, saat nafas dan darah merah masih beroperasi didalam tubuh ini sebaiknya,  kita periksa diri kita dan berubahlah menjadi seorang kita yang sepatutnya sebagai seorang manusia.

Jangan pernah sia-siakan hari-hari terakhir kita didunia ini. Kita telah dihadirkan didunia ini bukan untuk merosakkan melainkan dengan tujuan positif. Kita telah dihantar masuk ke dunia dan jangan pernah lupa kita juga akan diambil kembali pergi dari dunia ini.

Dunia ini bukan milik kita. Kita sendiri bukan milik kita. Kita dimiliki oleh Pencipta kita. Dialah alfa dan Omega. Pemilik sebenarnya hidup kita.

Salam Oktober dari Jesselton Harbour. (panjang berjela-jelalah pula tulisanku hihihi ^^ terima kasih kerana sudi membaca)
Share:

0 comments: